Tampilkan postingan dengan label 2001. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2001. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

Roxette - Milk and Toast and Honey

Judul : Milk and Toast and Honey
Artis : Roxette
Album : Room Service
Pencipta : Per Gessle
Dirilis : 3 September 2001
Genre : Pop

Milk And Toast And Honey adalah single ketiga dari album Room Service milik grup duo asal Swedia, Roxette. Memang sih single ini tidak sampai booming layaknya single Roxette yang lain seperti It Must Have Been Love, Listen To Your Heart, Anyone, dll. Bahkan album Room Service pun tidak sampai dirilis di Amerika Serikat, jadi album ini lebih populer di benua Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

Tapi ada yang istimewa dari album ini. Room Service terasa seperti album 'istirahat'nya Roxette usai dari perjalanan panjang album-albumnya terdahulu yang kental dengan nuansa balad. Album ini terasa lebih ringan dan menyegarkan. Apalagi saat saya mendengarkan single Milk And Toast And Honey. Dari intronya saja sudah bisa membuat perasaan saya rileks. Suara Marie sang vokalis pun terdengar lebih lembut tidak mengharu biru seperti yang selama ini saya tahu.

Liriknya pun enteng. Bercerita tentang seseorang yang baru saja putus dan berusaha untuk tegar kembali. Dia bangun pada suatu pagi lalu membuat sarapan roti panggang, susu, dan madu untuk membuat perasaannya ceria kembali. Saya sendiri sering mendengarkan lagu ini pada sore hari. Duduk santai di teras rumah menikmati pemandangan sore dengan secangkir teh dan makanan kecil untuk melepaskan penat usai berkerja sepanjang hari. Lagu ini memang tak pernah menjadi hits besar, tapi lagu ini tetap layak untuk masuk playlist. Menenangkan, itu sebabnya.




Minggu, 27 September 2015

Five For Fighting - Superman (It's Not Easy)

Judul : Superman (It's Not Easy)
Artis : Five For Fighting
Album : America Town
Pencipta : John Ondrasik
Dirilis : April 2001
Genre : Soft Rock

Siapakah superhero jagoan anda di masa kecil atau bahkan yang masih anda idolakan sampai sekarang? Batman, Ironman, Spiderman, atau bisa jadi Superman? Tidak bisa dipungkiri bahwa kelompok karakter pembela kebenaran yang rata-rata punya nama akhiran Man ini telah banyak mengisi alam khayalan masa kecil kita. Jika saya bertanya mengapa anda mengidolakan mereka, jawabannya pasti beragam. Ada yang bilang karena mereka memiliki kekuatan super, jago bela diri, punya alat-alat tempur yang canggih dan sebagainya. Dalam pandangan kita mereka nampak tak terkalahkan, selalu menang di akhir cerita. Saya yakin banyak dari kita, termasuk saya, yang pernah berkhayal memiliki kemampuan super mereka. Tapi pernahkan kita membayangkan seperti apa dunia dari sudut pandang mereka.

Five For Fighting mencoba menulis seperti apa rasanya menjadi seorang pahlawan super dalam singlenya yang berjudul Superman (It's Not Easy). Dari judulnya jelas, dia mengambil tokoh Superman sebagai bahan referensinya.

Dia menggambarkan bahwa seorang superhero selalu terjebak dalam dua kutub yang saling bertentangan. Disatu sisi dia harus selalu tampil tegar untuk menyenangkan orang lain, menyisihkan ego pribadi, sedangkan disisi lainnya dia merasa lelah dan frustasi. Ia dituntut untuk menjadi yang terbaik, dipaksa untuk menutupi gejolak perasaannya sendiri. Harus merelakan keinginan dan mimpi-mimpinya disaat ia berjuang untuk membantu mewujudkan mimpi orang lain.Tak ada yang mau mengerti bahwa ia pun punya batas kemampuan seperti yang digambarkan dengan jelas dalam syair even heroes have the right to bleed.

Jika ditelaah lebih dalam, lagu ini jelas bukan tentang superhero yang kita kenal. Tapi lebih tentang dilema perasaan seseorang yang terpaksa harus jadi tokoh sentral dalam kehidupannya. Tak perlu menjadi superhero kan untuk bisa merasakan hal itu. Saya yakin banyak diantara kita yang pernah merasakannya. Misalnya jika saat ini anda merupakan seorang kepala rumah tangga yang harus bekerja keras demi membahagiakan keluarga anda, pasti anda paham apa yang saya maksud. Tak mudah untuk menjalaninya kan? Yes..it's not easy to be me.

Meskipun berjudul Superman, tapi single milik penyanyi bernama asli John Ondrasik ini, tak ada kaitan sedikitpun dengan DC Comics selaku pemegang hak cipta manusia baja tersebut. Superman semata-mata hanya sebagai bahan referensi saja. John pun berhati-hati untuk tidak memasukan kata Superman dalam lirik lagunya karena ia tak mau ada masalah dengan hak cipta di kemudian hari.

Diiringi musik soft rock yang didominasi oleh alunan dentingan piano khas John Ondrasik, yang memang sudah belajar sejak umur 2 tahun, single Superman memang nyaman untuk dinikmati. Liriknya pun sangat orisinil, menyadarkan kita bahwa yang terlihat dari luar tak selalu sama dengan keadaan sebenarnya. Single ini sempat membawa Five For Fighting menembus posisi ke-14 di Billboard Hot 100 serta masuk sebagai nominasi untuk kategori Grup  Pop terbaik di ajang Grammy Awards tahun 2002.




Senin, 21 September 2015

Kate Winslet - What If

Judul : What If
Artis : Kate Winslet
Album : Christmas Carol
Pencipta : Steve Mac, Wayne Hector
Dirilis : 26 November 2001
Aliran : Pop

Siapa sih yang tidak kenal dengan Kate Winslet? Artis cantik asal Inggris dengan segudang prestasi ini sudah lama berkecimpung di dunia akting. Beragam tropi dari berbagai ajang pernghargaan bergengsi pun sudah pernah disabetnya. Mulai dari patung bugilnya si mas Oscar sampai gramofonnya Grammy pernah jatuh ke tangannya. Sebagian dari kita mengenalnya melalui akting ciamiknya di film Titanic. Itu lho film yang...yakin mau saya ceritain? Ogah? Sama!. Pokoknya yang I Jump You Jump itu deh.

Tapi mungkin tak banyak dari kita yang tau bahwa satu tahun paska pesta millenium, artis kelahiran 5 Oktober 1975 ini pernah merekam sebuah single dan sempat jadi hits pula. Ceritanya gini, pada tahun 2001, Kate Winslet diam-diam merekam sebuah single yang ditulis sekaligus diproduseri oleh Steve Mac dan Wayne Hector? Merasa tak asing dengan nama itu? Yups..mereka adalah bapak asuh yang membesarkan 3 boyband top asal Britania Raya : Boyzone, 5ive dan Westlife. Nggak kenal dengan 3 grup boyband itu? Pada lahir tahun berapa sih?

Back to Kate Winslet. Single perdana milik Kate Winslet akhirnya kelar direkam dan diberi judul What If. Single ini digunakan sebagai salah satu sountrack film animasi yang disadur dari salah satu novelnya empu Charles Dickens berjudul Christmas Carol : The Movie. Kate Winslet sendiri pun ikut mengisi suara salah satu karakter utama dalam film animasi tersebut yakni Bele. Film ini terbilang lumayan sukses lah. Selain Kate Winslet, Nicholas Cage pun ikut menjadi dubber dalam film tersebut.

Single What if bercerita tentang gejolak hati seorang wanita yang putus dengan kekasihnya. Dia bertanya-tanya seandainya jika saat itu mereka tak pernah berpisah, akankah mereka tetap bisa bersatu dengan beragam perbedaan diantara mereka berdua.

What If cukup santer di top chart berbagai negara terutama di Eropa Barat seperti Inggris dan Irlandia, sempat juga rame di Indonesia waktu itu. Popularitas artis yang kemarin ikut main di film Divergent ini jelas punya andil dalam kesuksesan single tersebut. Menurut saya pribadi sih, suara Kate Winslet tidak terlalu istimewa, hanya pas saja. Kekuatan lagu ini ada pada liriknya yang cukup emosional. Lha kalau menurut anda sendiri bagaimana? Silahkan share opininya disini.