Minggu, 27 September 2015

Five For Fighting - Superman (It's Not Easy)

Judul : Superman (It's Not Easy)
Artis : Five For Fighting
Album : America Town
Pencipta : John Ondrasik
Dirilis : April 2001
Genre : Soft Rock

Siapakah superhero jagoan anda di masa kecil atau bahkan yang masih anda idolakan sampai sekarang? Batman, Ironman, Spiderman, atau bisa jadi Superman? Tidak bisa dipungkiri bahwa kelompok karakter pembela kebenaran yang rata-rata punya nama akhiran Man ini telah banyak mengisi alam khayalan masa kecil kita. Jika saya bertanya mengapa anda mengidolakan mereka, jawabannya pasti beragam. Ada yang bilang karena mereka memiliki kekuatan super, jago bela diri, punya alat-alat tempur yang canggih dan sebagainya. Dalam pandangan kita mereka nampak tak terkalahkan, selalu menang di akhir cerita. Saya yakin banyak dari kita, termasuk saya, yang pernah berkhayal memiliki kemampuan super mereka. Tapi pernahkan kita membayangkan seperti apa dunia dari sudut pandang mereka.

Five For Fighting mencoba menulis seperti apa rasanya menjadi seorang pahlawan super dalam singlenya yang berjudul Superman (It's Not Easy). Dari judulnya jelas, dia mengambil tokoh Superman sebagai bahan referensinya.

Dia menggambarkan bahwa seorang superhero selalu terjebak dalam dua kutub yang saling bertentangan. Disatu sisi dia harus selalu tampil tegar untuk menyenangkan orang lain, menyisihkan ego pribadi, sedangkan disisi lainnya dia merasa lelah dan frustasi. Ia dituntut untuk menjadi yang terbaik, dipaksa untuk menutupi gejolak perasaannya sendiri. Harus merelakan keinginan dan mimpi-mimpinya disaat ia berjuang untuk membantu mewujudkan mimpi orang lain.Tak ada yang mau mengerti bahwa ia pun punya batas kemampuan seperti yang digambarkan dengan jelas dalam syair even heroes have the right to bleed.

Jika ditelaah lebih dalam, lagu ini jelas bukan tentang superhero yang kita kenal. Tapi lebih tentang dilema perasaan seseorang yang terpaksa harus jadi tokoh sentral dalam kehidupannya. Tak perlu menjadi superhero kan untuk bisa merasakan hal itu. Saya yakin banyak diantara kita yang pernah merasakannya. Misalnya jika saat ini anda merupakan seorang kepala rumah tangga yang harus bekerja keras demi membahagiakan keluarga anda, pasti anda paham apa yang saya maksud. Tak mudah untuk menjalaninya kan? Yes..it's not easy to be me.

Meskipun berjudul Superman, tapi single milik penyanyi bernama asli John Ondrasik ini, tak ada kaitan sedikitpun dengan DC Comics selaku pemegang hak cipta manusia baja tersebut. Superman semata-mata hanya sebagai bahan referensi saja. John pun berhati-hati untuk tidak memasukan kata Superman dalam lirik lagunya karena ia tak mau ada masalah dengan hak cipta di kemudian hari.

Diiringi musik soft rock yang didominasi oleh alunan dentingan piano khas John Ondrasik, yang memang sudah belajar sejak umur 2 tahun, single Superman memang nyaman untuk dinikmati. Liriknya pun sangat orisinil, menyadarkan kita bahwa yang terlihat dari luar tak selalu sama dengan keadaan sebenarnya. Single ini sempat membawa Five For Fighting menembus posisi ke-14 di Billboard Hot 100 serta masuk sebagai nominasi untuk kategori Grup  Pop terbaik di ajang Grammy Awards tahun 2002.




Mariah Carey - Without You

Judul : Without You
Artis : Mariah Carey
Album : Music Box
Pencipta : Pete Ham, Tom Evans
Dirilis : 23 Januari 1994
Genre : Pop

Menyanyikan sebuah lagu yang sudah pernah populer sebelumnya memang tak pernah menjadi perkara mudah. Tak semua penyanyi sanggup melakukannya dengan baik. Terutama menyangkut opini publik yang terlanjur mengenal lagu tersebut dengan baik saat dibawakan oleh pendahulu atau penyanyi aslinya. Jadi saat seorang penyanyi memutuskan untuk mendaur ulang sebuah lagu, dia harus menyiapkan mental untuk menerima kritik atau pujian karena bisa dipastikan publik akan membandingkan versi yang ia bawakan dengan versi pendahulunya. Banyak cara yang ditempuh oleh seorang penyanyi agar versi miliknya tampil beda dan diterima oleh khalayak ramai. Mulai dari perubahan aransemen sampai improvisasi vokal. Beberapa berhasil menerima tepuk tangan, sementara yang lain harus menerima hujatan karena dianggap tak mampu membawakan lagu sebaik penyanyi aslinya atau bahkan dituduh merusak citra asli lagu tersebut.

Mariah Carey, diva asal Amerika Seikat, adalah salah satu yang terbilang sukses menyanyikan lagu recycle. Dengan kemampuan vokal menawan hasil ajaran sang ibu yang merupakan penyanyi opera, Mariah Carey sukses mendaur ulang lagu Without You yang aslinya merupakan lagu milik grup rock asal Inggris, The Badfinger. Lagu Without You ini pertama kali dimuat dalam album mereka berjudul No Dice yang dirilis pada tahun 1970. Kabarnya sih, sekitar 180 artis pernah mendaur ulang lagu ini, yang paling populer diantaranya versi Harry Nilsson (1971), Air Supply (1991) dan Mariah Carey (1994).

Mariah Carey menjadikan single Without You dijadikan sebagai single ketiga di album ketiganya bertajuk Music Box. Genre musik yang dipilihnya memang masih condong ke pop, bukan R&B seperti sekarang. Dengan range vokal sampai 5 oktaf, Mariah Carey tak kesulitan menjangkau nada-nada rendah dan tinggi dalam lagu ini. Warna suaranya yang khas memberi kesan tersendiri pada lagu ini. Pada bagian chorus, Mariah Carey mengayunkan lagu sentimentil ini dengan nada tinggi yang sanggup membuat bulu roman merinding.

Khalayak musik pun menyambut baik lagu 'usang' yang dipoles ulang oleh penyanyi juga beken dengan lagu Hero ini. Single ini pernah meraih puncak chart musik di berbagai negara dan disusul dengan penjualan singlenya yang laris bak obat jamur di musim hujan.







Foo Fighters - Learn To Fly

Judul : Learn To Fly
Artis : Foo Fighters
Album : There Is Nothing Left To Loose
Pencipta : Dave Grohl, Nate Mendel, Taylor Hawkins
Dirilis : 18 September 1999
Genre : Rock Alternatif

Hell yeahh!! Ini adalah salah satu yang langsung membuat saya jingkrak-jingkrak sejak terdengar alunan keras intronya. Bagaimana tidak, single jagoan dari album ketiga Foo Fighters ini memang powerful. Musiknya yang menghentak, betotan bassnya yang mantap, gebukan drumnya yang memompa denyut jantung. Apalagi kalau dengerinnya pakai headset, kumat deh autisnya.

Single dari band rock asal Seatle ini memang istimewa. Lagu yang menceritakan tentang pencarian tanda-tanda kehidupan nan inspiratif ini memang bisa dibilang lagu terbaik dari band yang juga terkenal dengan nama The Holy Shit ini. Bahkan sang pentolan, Dave Grohl, pernah menyatakan bahwa Learn To Fly adalah lagu favorit yang pernah ia rekam sejauh ini.

Single ini langsung populer sejak pertama dirilis pada tahun 1999 lalu. Mendapat aplaus dari banyak kritikus musik, single milik band hasil asuhan mantan drummer Nirvana ini tak mendapat kesulitan menembus chart musik bergengsi di berbagai negara.

Salah satu keistimewaan single ini terletak pada video musiknya. Dengan memparodikan film Airplane, video apik karya sutradara Jesse Perrets ini sempat dianugrahi gelar Best Short Form Music Video di ajang Grammy Awards tahun 2000. Dalam video berseting dalam pesawat komersial ini, hampir seluruh peran dimainkan oleh para personil Foo Fighters. Mulai dari pilot, kru pesawat sampai ke para penumpangnya. Kecuali peran mekanik yang jadi biang keroknya, pernannya diambil alih oleh Kyle Gass dan Jack Black yang terkenal lewat film Kungfu Panda dan KingKong. Dengan tema komedi parodi, tak heran jika video musik Learn To Fly  tampil sebagai musik video yang lucu menggelitik.

Oh ya, ada satu lagi berita keren terkait  single ini. Pada tanggal bulan Juli 2015 kemarin, sebanyak 1000 musisi rock di kota Cesena (Italia), secara serentak menyanyikan single Learn To Fly dalam upaya untuk membujuk Foo Fighters agar bersedia manggung di kota mereka. Aksi memukau ini dipelopori salah satu fans Grohl Cs bernama Fabio Zaffagnini yang selama setahun mengumpulkan para musisi rock untuk bersama-sama menggelar kampanye ini. Gayung pun bersambut, terharu melihat aksi mereka, Dave Grohl berjanji akan memenuhi permintaan mereka untuk konser disana. Pengen liat aksi keren para rocker ini, silahkan simak videonya.



Celine Dion - Then You Look At Me

Judul : Then You Look At Me
Artis : Celine Dion
Album : All The Way...A Decade Of Song, Bicentinal Man OST
Pencipta : James Horner, Will Jennings
Dirilis : 11 Desember 1999
Genre : Pop

Alkisah pada tahun 2005, sebagian besar rumah tangga di Amerika Serikat memiliki paling tidak satu robot "pembantu" yang tugasnya mengurus rumah menggantikan peranan PRT manusia. Robot ini mampu mengerjakan semua tugas rumah tangga, yang biasanya sih dilakukan oleh para ibu-ibu sambil ngomel-ngomel, seperti masak, nyuci, ngepel bahkan sampai mengasuh anak. Nah, keluarga Martin, menerima kiriman salah satu robot yang bernama Andrew yang diperankan oleh mendiang Robin Williams. Layaknya robot "babu" yang lain, Andrew bertugas mengurus rumah keluarga Martin. Namun ternyata, si Andrew ini memiliki kemampuan unik untuk merasa layaknya manusia biasa. Kemudian Andrew pamit dan mengembara demi keinginannya menjadi manusia seutuhnya.

Well..itu cuma sinopsis film kok. Tepatnya sinopsis The Bicentinal Man yang dirilis tahun 1999 silam. Tenang aja, robot model gituan belum ada kok sampe sekarang. Bisnis ekspor PRT ke luar negeri tetap belum punya saingan hingga hari ini. Film ini menurut saya sih bagus dari segi cerita namun sayangnya termasuk film gagal di pasaran. Nah kegagalan film ini pun akhirnya berimbas pada salah satu soundtrack jagoannya.

Tidak tanggung-tanggung, James Horner, yang dulu sukses menulis lagu My Heart Will Go On, ditunjuk untuk menulis dan mengaransemen soundtrack film ini. Dan juga Celine Dion yang diberi kehormatan untuk menyanyikannya. Lagu soundtrack ini berjudul Then You Look At Me.

Lantaran film Bicentinal Man dianggap gatot di pasar, maka single Then You Look At Me pun akhirnya dibatalkan untuk promosi besar-besaran. Padahal sih lagunya cukup bagus. Dengan iringan orkestra ala James Horner, harusnya lagu ini bisa mendulang sukses yang lumayan. Belum lagi kan yang menyanyikannya itu sang diva pop dunia Celine Dion yang kalau masalah urusan olah vokal sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Pokoknya nggak bakal ada yang berani deh nantangin adu vokal sama ibu yang pernah menyabet piala Grammy 5 kali ini.

Video musiknya pun bernuansa futuristik berlatar belakang sebuah lab penelitian robotik. Dalam video besutan sutradara Bille Woodruff ini, Celine Dion tampil cukup serius. Namun sayangnya ada sedikit yang lumayan mengganggu buat saya. Pakaiannya itu lho, ketat banget bikin sesak nafas. Saya bukan pengamat fashion, tapi menurut saya pakaian itu kurang pas dengan image Celine Dion sendiri. Kalau yang make Britney Spears seperti dalam video musik Oops I Did It Again sih ok saja. Penasaran pengen dengar lagu dan liat video musiknya? Silahkan simak dibawah ini


Sabtu, 26 September 2015

Robbie Williams - Angels

Judul : Angels
Artis : Robbie Williams
Album : Life Thru A Lens
Pencipta : Robbie Williams, Guy Chambers, Ray Heffernan
Dirilis : Desember 1997
Genre : Pop Rock

Kalau bicara soal Robbie Williams, kadang saya garuk-garuk kepala sendiri. Mantan anggota termuda boyband Take That ini memang sering membuat ulah yang menggemparkan awak media. Mulai dari kebiasaannya menegak minuman keras, kecanduannya pada narkotika. Belum lagi kebiasaannya mengolok-olok dan ngajak berantem musisi lain seperti Oasis. Tapi tak bisa dipungkiri juga pria kelahiran Stafforshire Inggris ini memang musisi yang sangat berbakat. Kiprahnya di pentas musik dunia sudah tidak diragukan lagi. Dengan total penjualan album dan single sampai 75 juta kopi diseluruh dunia, tak salah jika ia dimasukan ke dalam daftar artis dengan penjualan lagu terlaris sepanjang masa.

Salah satu single terlaris milik penyanyi yang pernah harus membayar denda sebanyak 200 ribu USD saat memutuskan kontrak dengan Take That ini berjudul Angels. Single ini ditulis oleh Robbie bersama kedua rekannya, Guy Chamber dan Ray Heffernan. Kabarnya sih, lagu ini ditulis dalam kurun waktu 25 menit! Ajiibb, edisi kilat nih.

Meskipun kilat, bukan berarti ini lagu asal jadi. Buktinya, setelah resmi dirilis sebagai single ke-4 dari album pertamanya Life thru a Lens, single ini berhasil mencatat rekor penjualan sekitar 1,2 juta kopi di Inggris. Penjualan fantastis ini membuatnya masuk dalam daftar single terlaris di Inggris. Meskipun memang posisinya di tangga lagu dunia tak sampai tembus ke posisi juara, tapi single ini bertahan sampai puluhan minggu disana.

Robbie Williams pernah mengatakan bahwa lagu ini diilhami kecintaannya pada hal-hal yang berbau supranatural. Bukan tentang Angels (malaikat) tapi lebih kepada orang-orang yang telah meninggal dunia. Didedikasikan khusus untuk mendiang paman dan bibinya, lagu ini berkisah tentang bagaimana rasanya dicintai dan dilindungi oleh orang tercinta walaupun telah pergi meninggalkan dunia fana ini.

Walaupun single ini, seperti nasib banyak single top dari Inggris, tak pernah menembus pasar Amerika, tak kurang dari 2 penyanyi asal Amerika yang mendaur ulang lagu ini. Diantaranya adalah Jessica Simpson dan David Archuleta. Video musiknya pun cukup bagus, hasil polesan sutradara ternama Vaughan Arnell yang pernah menangani video musik beberapa artis ternama seperti Spice Girls, George Michael, James Blunt, All Saints, One Direction dan lain-lain.


Christina Aguilera - Hurt

Judul : Hurt
Artis : Christina Aguilera
Album : Back To Basics
Pencipta : Christina Aguilera, Mark Ronson, Linda Perry
Dirilis : 19 September 2006
Genre : Pop

Dengan diiringi alunan piano lembut nan sendu, Christina Aguilera yang dikenal dengan kekuatan vokalnya, mencoba menceritakan kepedihan mendalam yang ia rasakan saat ditinggal oleh sang ayah. Kepedihan yang dibalut oleh rasa penyesalan karena selama bertahun-tahun ia menyalahkan sang ayah yang dianggap telah menelantarkan keluarganya.

Ya..Christina Aguilera memang memiliki sejarah kelam di masa lalunya karena orang tuanya bercerai saat ia masih berumur 6 tahun. Hampir sepanjang hidupnya ia menolak untuk berkomunikasi dengan sang ayah. Bahkan ia sempat mengungkapkan kebenciannya itu dalam beberapa singlenya terdahulu seperti I'm OK dan Oh Mother. Namun kini ia mengaku menyesali semua sikapnya itu. Betapa inginnya ia bertemu sang ayah dan mengungkapkan bahwa sesungguhnya ia sangat menyayanginya. Namun sayang, semua itu adalah sebuah penyesalan yang terlambat baginya.

Single Hurt ini ditulis oleh Christina Aguilera bersama Mark Ronson dan dibantu oleh Linda Perry. Masih ingat dengannya kah? Yups, Linda Perry adalah pentolan grup rock 4 Non Blondes yang beken dengan single What's Up di awal era 90-an. Linda Perry membantu menulis lagu ini dalam suasana berkabung dikarenakan meninggalnya sang ayah setahun sebelum Christina Aguilera memintanya untuk membantu menulis lirik lagu Hurt ini. Klop deh.

Single Hurt dijadikan sebagai single kedua dari album ke-6 milik penyanyi diva pop kelahiran New York ini yang diberi tajuk Back To Basics. Sebenarnya sih, pada awalnya single Candyman yang digadangkan sebagai single kedua. Namun RCA Records, selaku labelnya, memutuskan untuk menjadikan single Hurt menjadi single kedua di album ini dengan harapan akan bisa mengikuti kesuksesan single Beautiful yang populer pada tahun 2004 dan sama-sama bernuansa pop balad.

Dan keputusan ini memang tidak salah. Dengan lirik lagu yang menyiratkan kepedihan dan penyesalan mendalam, serta dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh Christina Aguilera, single Hurt berhasil terjual lebih dari 1,2 juta kopi dan menjadi hits di tangga lagu seluruh dunia. Hurt juga mendapat berbagai apresiasi positif dari para kritikus musik dunia.

Ada banyak pesan moral yang disampaikan oleh lagu ini. Terutama bagi kita yang selama ini sering berselisih paham dengan orang tua atau bahkan putus kontak dengan mereka. Ada sebagian dari kita yang menyalahkan orang tua karena menganggap bahwa perbuatan dan keputusan yang mereka buat di masa lalu telah menyakiti atau bahkan menghancurkan kehidupan anak-anaknya di masa mendatang. Tapi sadarkah kita bahwa tanpa orang tua, mungkin kita tak akan pernah ada? Mereka adalah orang-orang yang membawa kita hadir ke dunia ini. Mereka adalah dua orang yang pertama kali menyayangi kita bahkan sejak kita belum lahir. Tak inginkah kita untuk membalas cinta kasih mereka? Cobalah untuk menyesali perbuatan dan kesalahan kita selagi mereka masih ada. Jangan sampai kita menyesalinya di hadapan pusara mereka.






Jewel - Hands

Judul : Hands
Artis : Jewel
Album : Spirit
Pencipta : Jewel Kilcher, Patrick Leonard
Dirilis : November 1998
Genre : Pop Rock

Tragedi kemanusiaan yang sering terjadi dalam kehidupan kita sering kali menampilkan yang terbaik dan yang terburuk dari semua orang. Sebagian akan berlari dan menyelamatkan dirinya sendiri, sebagian akan terdiam dan hanya menonton, sebagian akan memanfaatkan musibah tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri, dan sebagian lagi (semoga bukan kelompok yang terkecil) tergerak nurani untuk membantu menyelamatkan orang-orang yang menjadi korban tragedi tersebut.

Inilah yang ingin disampaikan oleh Jewel Kilcher, seorang musisi sekaligus penulis puisi asal Alaska, dalam lagunya yang berjudul Hands. Lagu ini merupakan single pertama dari album kedua berjudul Spirit yang dirilis tahun 1998. Jewel menulis lagu ini dibantu sang produser, Patrick Leonard. Sebagian liriknya diilhami oleh puisi berjudul Poverty karya Pablo Neruda.

Jewel menulis lagu Hands disaat umurnya 18 tahun. Tahun yang berat baginya karena saat itu dia menjadi seorang tuna wisma. Ya..Jewel pernah harus tinggal dalam sebuah mobil van. Bagaimana bisa? Jewel bercerita bahwa dia dipecat dari pekerjaan karena menolak ajakan atasannya untuk berhubungan badan. Akibat kehilangan pekerjaan, Jewel tak sanggup membayar sewa rumah dan memaksanya hidup sebagai seorang tuna wisma.

Dengan lirik yang kemanusiaan yang dalam, penyanyi yang lahir pada tanggal 23 Mei 1974 ini, berhasil menghantarkan single Hands menembus posisi ke-6  Billboard 100 pada awal tahun 1999 walaupun belum dirilis secara fisik dalam bentuk kaset atau CD, murni dari airplay radio saja. Video musiknya digarap oleh Nick Brandt. Dalam video ini, Jewel digambarkan sebagai seorang pengemudi yang berhenti di depan sebuah apartemen yang runtuh. Jewel turun dari mobil dan membantu para korban yang terjebak dalam musibah itu bersama beberapa orang yang selamat, sementara yang lain berlari menyelamatkan dirinya sendiri. Video menyentuh ini sempat lho nangkring di posisi jawara VHS Top 10 Countdown pada tahun 1999.

After all, lagu ini mengingatkan bahwa kita adalah makhluk sosial yang tak seharusnya hidup dengan mengagungkan semangat individualisme. Orang-orang disekililing kita merupakan bagian dari diri kita sebagai manusia. Perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa, status sosial ekonomi dan lainnya tak sepatutnya menjadi penghalang bagi kita untuk membantu sesama saat mereka tertimpa musibah. In the end, only kindness matters. Bagaimana menurut anda?